Minggu, 28 Agustus 2011

KA Gajah Wong


JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan merencanakan peresmian Kereta Ekonomi AC Gajah Wong, pada hari Rabu (24/8/2011). Kereta baru pesanan Ditjen Perkeretaapian ini diharapkan dapat membantu angkutan kereta mudik.

Demikian dikatakan Humas Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Muhartono, Senin (15/8/2011) saat dihubungi. "Selanjutnya, kereta baru itu akan dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia," kata Muhartono.

Rangkaian kereta api ini akan melayani lintas Stasiun Pasar Senen-Lempuyangan (Yogyakarta). Satu kali perjalanan kapasitasnya mencapai 800 orang dengan toleransi 50 persen dari kapasitas.

Satu rangkaian terdiri dari 10 kereta, di mana setiap kereta dapat mengangkut 80 orang. KA Ekonomi AC Gajah Wong merupakan kereta ekonomi AC kedua yang dipesan oleh pemerintah dengan dana APBN 2010.

Pada musim Lebaran tahun 2010, telah diluncurkan KA Ekonomi AC Bogowonto. Keduanya, diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (INKA) di Madiun.

Pemerintah memang bertekad mengganti seluruh kereta ekonomi dengan rangkaian kereta berpendingin ruangan. Hanya saja karena dana terbatas, hanya dapat diluncurkan satu rangkaian kereta per tahun.

Kamis, 25 Agustus 2011 14:34 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Penumpang kereta api kelas ekonomi yang dilengkapi dengan pendingin udara atau "air conditioner" diminta mematuhi etika di dalam kereta. Salah satunya tidak merokok dan membawa barang terlalu berlebihan.

"Penumpang di kereta api ekonomi masih suka merokok di dalam gerbong dan membawa barang dalam jumlah yang berlebihan. Kadang-kadang malah membawa bibit ikan lele atau anak ayam. Ini yang harusnya tidak dilakukan apabila nanti mereka naik kereta ekonomi yang dilengkapi pendingin udara," kata Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta Eko Budiyanto di Yogyakarta, Kamis (25/8)/

Menurut dia, mematuhi etika di dalam kereta api akan turut membantu PT Kereta Api untuk menjaga kondisi kereta agar selalu baik. Penumpang pun, ujarnya, akan selalu merasa nyaman saat memanfaatkan jasa kereta api.

Kereta Api Gajahwong akan menempuh perjalanan perdananya dari Stasiun Lempuyangan Yogyakarta menuju Stasiun Pasar Senen Jakarta pada Kamis malam (25/8) pukul 19.23 WIB.

"Tiket masih dapat diperoleh dengan cara pembelian online di sejumlah stasiun seperti Tugu, Lempuyangan dan stasiun lain yang sudah bisa melayani secara onlie," kata Eko.

Eko menambahkan gerbong yang disiapkan untuk Kereta Api Gajahwong berjumlah 15 unit, namun jumlah gerbong yang akan digunakan sangat tergantung kebutuhan di lapangan.

Jumlah maksimal yang bisa dijalankan adalah 12 gerbong, dan sisanya untuk cadangan.
Satu gerbong kereta api ekonomi yang dilengkapi dengan pendingin ruangan tersebut memiliki kapasitas tempat duduk sebanyak 80 buah. Namun, PT Kereta Api memberikan toleransi sebanyak 20 tiket tanpa tempat duduk untuk tiap gerbongnya.

"Sehingga, jumlah maksimal penumpang yang diperbolehkan berada dalam satu gerbong adalah 100 orang," katanya.

Harga tiket untuk Kereta Api Gajahwong tersebut adalah Rp120.000 per penumpang untuk sekali perjalanan atau, lebih mahal sekitar empat kali lipat dibanding harga tiket untuk kereta ekonomi biasa.

Eko mengatakan, dengan adanya pembatasan jumlah penumpang di kelas ekonomi, yaitu maksimal 150 orang per gerbong, maka memunculkan potensi penumpang yang tidak terangkut.

Oleh karena itu, lanjut dia, bagi penumpang yang belum memperoleh tiket dapat membeli tiket pada hari berikutnya atau menggunakan kereta api Gajahwong. "Hingga saat ini, belum ada peningkatan jumlah penumpang yang signifikan di Stasiun Tugu atau Lempuyangan. Diperkirakan, puncak arus mudik baru terjadi pada 28 Agustus," katanya.
Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber: Antara

Jumat, 30 Juli 2010

KA argo sindoro

Tiga gerbong KA (Kereta Api) Argo Sindoro jurusan Jakarta – Semarang, Sabtu (3/4) pukul 19:00 WIB, anjlok sekitar 1 Km setelah melewati Stasiun Haurgeulis, Indramayu, Jabar. Tak ada korban jiwa dalam musibah anjloknya 3 gerbong KA Argo Sindoro itu. Kecuali kaca gerobag penjual nasi goreng di sekitar Stasiun Haurgeulis pecah karena terlempar batu yang terinjak roda gerbong KA itu saat anjlok. Saksi mata di lokasi kejadian, Wahid, 37, mengemukakan, KA Argo Sindoro dari Jakarta tujuan Semarang awalnya melaju kencang tanpa berhenti di Stasiun KA Haurgeulis. Sekitar 1 Km usai melintasi perlintasan KA, tiba-tiba terdengar bunyi gesekan besi. Setelah diperhatikan ternyata bunyi gesekan besi itu berasal dari anjloknya 3 gerbong KA tersebut. Meski 3 gerbong anjlok namun KA itu tidak serta merta berhenti. Melainkan masih terus melaju. Saat itulah roda ke-3 gerbong yang anjlok dibawah rel itu menginjak bebatuan. Sehingga sebuah batu yang besarnya sekepal tangan orang dewasa terlempar dan memecahkan kaca gerobak penjual nasi goreng. Lokasi anjloknya 3 gerbong KA Argo Sindoro sekitar 1 Km sebelah timur Stasiun KA Haurgeulis. Petugas Daop 3 Cirebon yang dilapori petugas Stasiun KA Haurgeulis membutuhkan waktu sekitar 3 jam mengevakuasi para penumpang menuju Stasiun Haurgeulis. Usai mengevakuasi para penumpang, petugas PT. KA Daop 3 Cirebon menarik 3 gerbong KA yang anjlok itu ke Stasiun KA Haurgeulis. Beberapa saat kemudian, para penumpang KA Argo Sindoro yang semuanya dalam kondisi selamat dapat meneruskan perjalanan menuju ke Stasiun Semarang, tujuan akhir perjalanan KA itu.

Kereta Api Argo Sindoro

Kereta Api Argo Sindoro jurusan Jakarta-Semarang anjlok di Perlintasan Ronggowarsito Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/7) dinihari. Kereta anjlok tepat tiga kilometer arah timur Stasiun Tawang atau 100 meter dari lokasi anjloknya kereta barang yang terjadi sehari sebelumnya

Menurut Humas PT KAI DAOP IV Sapto Hartoyo, kereta anjlok saat akan langsir. Gerbong yang anjlok adalah gerbong ketiga dari belakang--dari sepuluh gerbong yang dibawa. Namun, PT KAI belum mengetahui penyebab pasti kereta anjlok.

Sapto Hartoyo menambahkan, akibat kereta anjlok, jadwal perjalanan kereta menjadi terlambat. Dua kereta dari Surabaya, Jawa Timur, yakni Kereta Matarmaja dan kereta barang tertahan di Stasiun Alas Tuwo dan Brumbung. Sedangkan kereta dari Jakarta, seperti Sembrani, Brantas, Kertajaya, dan Gumarang tertahan di Stasiun Tawang dan Poncol.

Tertahannya Kereta Argo Sindoro membuat ratusan penumpang telantar di Stasiun Tawang dan Poncol. Edi, calon penumpang kereta, menyayangkan PT KAI yang lamban memberikan informasi soal kereta anjlok. Ini membuat mereka harus menunggu lama di stasiun. Saat ini PT KAI masih berusaha mengevakuasi kereta yang anjlok

Argo Bromo Anggrek

Kereta Api Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya anjlok di Kilometer 51 sekitar Stasiun Pelabuhan, Krengseng, Kabupaten Batang, Kamis (29/7) sekitar pukul 16.30 WIB. Dugaan awal, as roda pada salah satu gerbong patah, sehingga mengakibatkan gerbong keluar jalur.

"Untuk penyebab pastinya masih diselidiki, namun dugaan awal seperti itu," kata Kepala Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Daerah Operasi IV Semarang Sapto Hartoyo. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun perjalanan sejumlah kereta yang melalui jalur Utara ini sempat terhambat.

Sejumlah kereta yang terhambat perjalannya di antaranya KA Argo Muria jurusan Jakarta-Surabaya dan KA Kaligung jurusan Semarang-Tegal. Proses evakuasi serta perbaikan rel sedang diupayakan. "Kemungkinan malam ini perjalanan kereta untuk jalur Utara sudah kembali normal," katanya

Kereta Api Argo Bromo Anggrek


Tiga dari enam gerbong rangkaian Kereta Api Argo Bromo Anggrek keluar jalur saat hendak memasuki Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (30/7) petang. Pihak PT KAI belum memastikan penyebab kecelakaan itu,

Sekitar 100 meter menjelang pemberhentian stasiun, tiba-tiba tiga dari enam gerbong rangkaian kereta itu anjlok dengan posisi roda keluar dari rel. Rangkaian gerbong kereta jurusan Surabaya-Jakarta yang anjlok berada pada lintasan yang menikung.

Petugas masih berupaya mengevakuasi gerbong yang anjlok, agar tidak mengganggu rangkaian kereta yang akan lewat. Saat gerbong anjlok, KRL jurusan Bekasi-Kota belum bisa lewat. Kereta jurusan Bogor-Jakarta tidak terganggu.